Pages

Sunday, 15 September 2013

Menunggu (bagian ke 2)

Sejujurnya lelah hati ini menunggu mu
untuk kesekian kalinya dan selalu begitu
selalu menunggu dan tetap menanti

apa aku tidak boleh merasakan bahagia?
apa aku tak pantas mendapatkan nya?
iya.. bahagia yang selalu dirasakan oleh orang-orang lain nya
bahagia bersama kamu.
cuma kamu
Aku ingin seperti mereka
aku iri sama mereka
mereka yang mendapatkan kebahagiaan itu dari kekasih idaman nya
menjalani hari-hari bersama, suka maupun duka, canda ataupun tawa, kebersamaan, harmonis dilalui bersama.
Apa aku salah mengharapkan itu?
kapan aku sama kamu menjadi kita?
kapan aku sama kamu bisa seperti mereka?
Apa aku salah berharap lebih sama kamu?
Salah???
Jangan salahin aku, tapi salahinlah perasaan aku.
Perasaan yang sudah memilih kamu sampai saat ini.

Hari-hari ku jalani, sendiri, sepi. 
Aku ingin sosok mu hadir kembali dalam hidupku
bukan hanya bayangan mu saja , tapi kamu yang seutuhnya. nyata!
Tapi mungkin itu suatu hal yang sulit  dan memang tidak mungkin lagi
kamu yang sekarang bukan kamu yang dulu aku kenal sebelumnya.
kamu cukup membuat hati ini teriris sakit, pilu.
melihat tingkah mu saja yang sekarang yang semakin lama semakin aneh menurut aku.

Lalu, bagaimana dengan hati ini?
Aku sayang kamu, tapi kamu nya engga.
Apa itu engga sakit?
Aku kangen kamu, tapi kamu nya engga.
Apa itu engga miris?
(diambil dari kata @misteeerius)

Kamu engga peka atau memang engga mau tahu sih tentang perasaan aku?
kamu manusia atau apa?
kenapa hati kamu sebegitu engga peka nya dengan apa yang aku rasain?

Akan tiba saatnya, saat kamu merindukan aku seperti aku merindukan kamu saat ini,
tetapi aku tidak lagi merindukan kamu.
Dengan menyayangimu sepenuh hati.
Mau menunggu, rela menunggu dan sampai akhirnya lelah untuk menunggu :')
(diambil dari kata @cumamahasiswa)

No comments:

Post a Comment